Tuesday, January 20, 2026

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

 

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik


Gambar 428 Diagram Alur Splicing 
dalam Komunikasi Optik


Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):

1. Pengertian Splicing Fiber Optic

Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.

Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:

  • Backbone jaringan
  • Joint closure
  • Perpanjangan kabel fiber optik

 

2. Tujuan Splicing

Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:

  • Menghubungkan kabel fiber optik
  • Memperpanjang jalur transmisi
  • Memperbaiki kabel fiber yang putus
  • Menjaga kualitas sinyal optik
  • Mengurangi redaman dan refleksi

 

3. Prinsip Kerja Splicing

Splicing bekerja dengan prinsip:

a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi

b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:

  • Cahaya tetap merambat lurus
  • Pantulan (reflection) minimal
  • Kehilangan daya (loss) sangat kecil

Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.

 

4. Jenis-Jenis Splicing Fiber Optic

A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)

Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan Fusion Splicer
  • Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
  • Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
  • Sambungan kuat dan tahan lama

Digunakan untuk:

  • Backbone FO
  • Jaringan ISP
  • Jaringan jarak jauh

 

B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)

Metode penyambungan tanpa peleburan.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan alat mekanik dan gel optik
  • Lebih cepat dan murah
  • Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)

Digunakan untuk:

  • Perbaikan darurat
  • Instalasi sementara
  • Latihan/praktikum

 

5. Komponen yang Terlibat dalam Splicing

Beberapa komponen penting dalam proses splicing:

  • Core : inti penghantar cahaya
  • Cladding : pembungkus core
  • Coating : pelindung fiber
  • Fusion Splicer
  • Fiber Cleaver
  • Stripper Fiber
  • Splice Protector (Sleeve)

 

6. Parameter Kualitas Splicing

A. Insertion Loss

Kehilangan daya akibat sambungan.

  • Standar baik: ≤ 0,1 dB
  • Semakin kecil, semakin baik

B. Return Loss

Pantulan cahaya ke arah sumber.

  • Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil

 

7. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Splicing

a. Kebersihan ujung fiber
b. Ketepatan pemotongan (cleaving)
c. Keselarasan core
d. Jenis fiber (SM/MM)
e. Kualitas alat splicer
f. Keterampilan teknisi

 

8. Peran Splicing dalam Sistem Komunikasi Optik

Splicing sangat penting karena:

  • Menentukan keandalan jaringan
  • Mempengaruhi jarak transmisi
  • Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
  • Mengurangi gangguan dan error sinyal

 

9. Contoh Penerapan Splicing

  • Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
  • Jaringan Metro Ethernet
  • Backbone antar gedung/kota
  • Sistem komunikasi data dan internet

Wednesday, January 14, 2026

TERMINASI KONEKTOR FO

 

Pengertian dan Fungsi Fiber Optik (FO)

Apa Itu Fiber Optik (FO)?

Fiber Optik (FO) adalah media transmisi data yang menggunakan serat kaca atau plastik untuk mengirimkan sinyal cahaya. Teknologi ini banyak digunakan dalam jaringan telekomunikasi modern karena mampu mentransmisikan data dengan kecepatan tinggi dan jarak yang sangat jauh dibandingkan kabel konvensional.

Fiber optik bekerja dengan prinsip pemantulan cahaya di dalam serat, sehingga data dapat dikirim dengan tingkat kehilangan sinyal yang sangat kecil.


Fungsi Fiber Optik

Fiber optik memiliki berbagai fungsi penting dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya:

  1. Media transmisi internet berkecepatan tinggi

  2. Jaringan telekomunikasi (suara, data, dan video)

  3. Jaringan komputer dan data center

  4. Industri dan bidang medis


Jenis-Jenis Fiber Optik

Fiber optik terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:

  1. Single Mode Fiber (SMF)
    Digunakan untuk transmisi jarak jauh dengan satu jalur cahaya.

  2. Multi Mode Fiber (MMF)
    Digunakan untuk jarak pendek dengan banyak jalur cahaya.


Kelebihan Fiber Optik

Beberapa kelebihan fiber optik antara lain:

  • Kecepatan transmisi sangat tinggi

  • Tahan terhadap gangguan elektromagnetik

  • Keamanan data lebih baik

  • Lebih awet dan stabil


Kekurangan Fiber Optik

Selain kelebihan, fiber optik juga memiliki kekurangan, seperti:

  • Biaya instalasi relatif mahal

  • Membutuhkan teknisi khusus

  • Perawatan dan perbaikan cukup rumit


Cara Membuat / Proses Pembuatan Fiber Optik

1. Persiapkan Alat dan Bahan Sesuai Gambar Dibawah ini

          


Alat - Alat :
1. Fiber Stripper (untuk coating & buffer)
2. Fiber Cleaver (pemotong presisi)
3. Crimp Tool FO
4. Optical Power Meter & Light Source (untuk tes)
5. Visual Fault Locator (VFL)
6. Cable Cutter

Bahan - Bahan :
1. Kabel Fiber Optic
2. Fast Connector FO
3. Alkohol Isopropyl
4. Tisu Kering

2. Langkah - Langkah : 
1. Potong Kabel sesuai kebutuhan 


 2. Pisahkan kabel yang awalnya menempel (bagian kawat sebagai penguat)


 3. Kupas kabel FO bagian Outer Jacket / Sheath (Jaket Lunar) degan panjang 4 CM


 4.     Lalu kupas bagian Cladding (Sisakan sedikit di bagian bawah atau pangkalnya


 5. Setelah itu Bersihkan dengan Alkohol bekas Claddingnya


 6. Jangan lupa Potong ujung kabelnya dengan kira kira seperti di Foto


 7. Siapkan 2 Fastcon


 8. Masukkan Kabel yang sudah dikupas Kedalam Fastcon dengan langkah seperti di gambar


 9. Test menggunakan Light Source untuk mengecek apakah kabel sudah bisa dipakai apa belum

Jika cahaya dari laser sudah terlihat diujungnya berarti sudah berhasil
        
 10. Setelah itu cek tegangan kabel menggunakan OPM (Optical Power Meter) disalah satu ujung               kabel Light Source di ujung satunya juga minimal harus -40 dBm

Nah disini saya mendapatkan -22,94 dBm, artinya kabel ini sudah layak pakai.


Tuesday, November 25, 2025

Presentasi Kelompok 1

 



    






Memahami Prinsip Kerja dan Teknologi Fiber Optic.

Memahami Prinsip Kerja dan Teknologi Fiber Optic

https://www.coherent.com/content/dam/coherent/site/en/images/diagrams/glossary/fiber-optics.jpg
https://media.hswstatic.com/eyJidWNrZXQiOiJjb250ZW50Lmhzd3N0YXRpYy5jb20iLCJrZXkiOiJnaWZcL2ZpYmVyLW9wdGljcy1pbnRlcm5hbC5qcGciLCJlZGl0cyI6eyJyZXNpemUiOnsid2lkdGgiOjgyOH19fQ%3D%3D

Fiber optic adalah teknologi penghantar data yang menggunakan cahaya sebagai media transmisi melalui serat kaca atau plastik yang sangat tipis. Teknologi ini menjadi tulang punggung internet modern karena mampu mengirim data dengan sangat cepat, jarak jauh, serta minim gangguan.

Untuk memahami fiber optic, kita perlu mengetahui prinsip kerja, bagian-bagian, serta teknologi yang digunakan. Berikut pembahasannya.


1. Prinsip Kerja Fiber Optic

Prinsip kerja utama fiber optic adalah pemantulan total internal (Total Internal Reflection).

Cahaya yang masuk ke dalam inti serat (core) akan memantul terus-menerus di dalamnya karena perbedaan indeks bias antara core dan cladding.

Bagaimana prosesnya?

  1. Sumber cahaya (laser/LED) mengirimkan sinyal cahaya.

  2. Cahaya masuk ke dalam core fiber optic.

  3. Karena indeks bias core lebih tinggi daripada cladding, cahaya dipantulkan 100% sepanjang jalur serat.

  4. Cahaya membawa sinyal digital (bit 0 dan 1).

  5. Pada ujung penerima, cahaya diterjemahkan kembali menjadi data.

Hasilnya: Transmisi sangat cepat, stabil, dan tidak terpengaruh gangguan elektromagnetik.


2. Struktur & Bagian-Bagian Fiber Optic

Fiber optic terdiri dari beberapa lapisan penting:

A. Core

  • Inti serat tempat cahaya merambat

  • Terbuat dari kaca (silica) atau plastik

  • Diameter bergantung pada jenis fiber (SMF ±9 µm, MMF ±50–62.5 µm)

B. Cladding

  • Lapisan luar core

  • Berfungsi memantulkan cahaya kembali ke inti

  • Memiliki indeks bias lebih rendah

C. Coating / Buffer

  • Melindungi core & cladding dari tekanan fisik

  • Biasanya dari plastik lembut

D. Strength Member

  • Penguat kabel (Kevlar / serat aramid)

  • Mencegah kabel putus saat ditarik

E. Outer Jacket

  • Selubung luar kabel

  • Melindungi dari cuaca, gesekan, kelembapan, dan gigitan hewan


3. Jenis Sumber Cahaya pada Fiber Optic

Transmisi cahaya menggunakan dua jenis sumber utama:

A. LED (Light Emitting Diode)

  • Untuk jarak dekat

  • Digunakan pada Multimode

  • Biaya lebih murah

B. Laser (LD / Laser Diode)

  • Untuk jarak jauh dan kecepatan tinggi

  • Digunakan pada Single Mode

  • Lebih presisi dan kuat


4. Teknologi Transmisi pada Fiber Optic

A. Single Mode (SMF)

  • Hanya satu jalur cahaya

  • Jarak sangat panjang

  • Redaman rendah

  • Cocok untuk backbone, ISP, dan jaringan antar kota

B. Multimode (MMF)

  • Banyak jalur cahaya

  • Jarak pendek

  • Ideal untuk gedung, data center, dan LAN

Kategori OM (MMF):

  • OM1: 62.5 µm, jarak pendek

  • OM2: 50 µm, lebih baik

  • OM3/OM4: untuk 10G – 40G – 100G

  • OM5: mendukung transmisi berwarna (wideband)


5. Teknologi Multiplexing (Memperbanyak Kapasitas Data)

Fiber optic mendukung teknik untuk mengirim banyak sinyal sekaligus melalui satu serat.

1. WDM (Wavelength Division Multiplexing)

Menggabungkan banyak sinyal cahaya dengan panjang gelombang berbeda.

A. CWDM (Coarse WDM)

  • Lebar kanal lebih besar

  • Jarak sedang (10–40 km)

  • Biaya lebih murah

B. DWDM (Dense WDM)

  • Kanal sangat rapat

  • Jarak sangat jauh (hingga 80–120 km)

  • Kapasitas data sangat besar

  • Digunakan oleh operator & backbone internasional


6. Keunggulan Teknologi Fiber Optic

1. Kecepatan Sangat Tinggi

Mampu mentransmisikan data dalam hitungan Gigabit hingga Terabit.

2. Jarak Transmisi Jauh

Dapat mencapai puluhan hingga ratusan kilometer.

3. Minim Gangguan

Tidak terpengaruh EMI, petir, atau noise elektrik.

4. Kapasitas Data Besar

Dapat menampung banyak kanal data (WDM).

5. Bobot Ringan & Diameter Tipis

Mudah dipasang dalam tray, ducting, maupun tiang.

6. Keamanan Tinggi

Sulit disadap karena aliran cahaya langsung terputus jika kabel dibengkokkan secara ekstrem.


7. Penerapan Teknologi Fiber Optic

A. Internet Rumah (FTTH)

Drop cable dari ODP menuju ONT pelanggan.

B. Jaringan Perkantoran / Kampus

Menghubungkan lantai, gedung, lab, dan data center.

C. Backbone ISP

Menghubungkan antar kota dan wilayah.

D. Telekomunikasi Internasional

Kabel fiber bawah laut (submarine cable).

E. Industri Medis

Digunakan pada alat endoskopi dan pencitraan cahaya.


8. Kesimpulan

Teknologi fiber optic bekerja dengan prinsip pemantulan total cahaya di dalam serat kaca atau plastik.
Dengan keunggulan seperti kecepatan tinggi, jarak jauh, dan minim gangguan, fiber optic menjadi teknologi utama dalam dunia jaringan modern, mulai dari internet rumah, LAN, hingga backbone ISP.

Memahami prinsip kerja dan teknologinya membantu kita lebih tepat dalam merancang jaringan yang efisien, stabil, dan berperforma tinggi.

Memilih Kabel Fiber Optic Sesuai Kebutuhan.

Memilih Kabel Fiber Optic Sesuai Kebutuhan

https://cdn11.bigcommerce.com/s-4nx1nz8zp1/product_images/uploaded_images/fiber-optic-selection-guide.jpg
https://cdn.fiberopticx.com/wp-content/uploads/2024/01/Indoor-fiber-optic-cable-types-chart-scaled.webp

Kabel fiber optic merupakan media transmisi berkecepatan tinggi yang kini digunakan pada jaringan internet rumah, kantor, data center, hingga backbone ISP. Namun, tidak semua kabel fiber sama—setiap jenis memiliki fungsi dan penggunaan yang berbeda.

Agar instalasi jaringan lebih efektif dan tidak salah pilih, berikut panduan memilih kabel fiber optic sesuai kebutuhan.


1. Tentukan Jarak Penggunaan

Langkah pertama dalam memilih kabel fiber adalah melihat berapa jauh jarak transmisi.

A. Jarak Jauh (≥ 2 km – 80 km)

Gunakan Single Mode Fiber (SMF).

  • Redaman rendah

  • Kecepatan tinggi

  • Ideal untuk backbone dan jaringan antar gedung

Contoh penggunaan:

  • Jaringan ISP antar kota

  • Backbone kampus

  • Jaringan antar gedung perusahaan

B. Jarak Pendek (≤ 2 km)

Gunakan Multimode Fiber (MMF).

  • Lebih murah

  • Instalasi mudah

  • Cocok untuk area dalam gedung

Contoh penggunaan:

  • Data center

  • LAN perusahaan

  • Jaringan internal satu gedung


2. Pilih Konstruksi Kabel Berdasarkan Lingkungan

Setiap lingkungan pemasangan membutuhkan konstruksi kabel yang berbeda.


A. Lingkungan Outdoor

Gunakan kabel dengan perlindungan kuat:

1. Loose Tube Outdoor

  • Tahan air

  • Tahan suhu tinggi

  • Cocok digantung di tiang atau ducting luar gedung

2. Armored (Steel Tape / STA)

  • Ada lapisan baja anti gigitan tikus

  • Tahan tekanan tanah

  • Cocok digali / ditanam langsung

3. Aerial Cable (ADSS)

  • Digunakan di tiang listrik

  • Tahan angin & cuaca ekstrem

Kapan digunakan?

  • Instalasi antar tiang

  • Jaringan desa / kota

  • Kabel bawah tanah


B. Lingkungan Indoor

Gunakan kabel yang lebih fleksibel:

1. Tight Buffer Indoor

  • Mudah diterminasi

  • Lebih lentur

  • Cocok di tray, pipa, atau jalur gedung

2. Drop Cable FTTH (Last Mile)

  • Ringan & pipih

  • Digunakan untuk pemasangan internet ke rumah pelanggan

Kapan digunakan?

  • Jaringan dalam gedung

  • Perkantoran / sekolah

  • Instalasi FTTH (rumah dan apartemen)


3. Tentukan Jumlah Core Sesuai Kebutuhan Jaringan

Jumlah inti (core) berpengaruh pada kapasitas jaringan.

Jumlah CoreCocok UntukContoh Penggunaan
1–2 CoreFTTH, kantor kecilRumah pelanggan internet
4–12 CoreGedung, sekolahJaringan lantai, gedung kampus
24–48 CorePerkantoran besar, kompleksDistribusi gedung
96–288 CoreISP / backbone kotaFiber utama antar wilayah

Tips:
Jika jaringan akan berkembang → pilih core lebih banyak agar tidak perlu menarik kabel baru.


4. Sesuaikan dengan Konektor & Perangkat

Beberapa hal yang perlu disesuaikan:

A. Tipe Konektor

  • SC/UPC → umum dipakai FTTH dan perangkat rumahan

  • SC/APC → lebih stabil, redaman rendah (warna hijau)

  • LC → banyak digunakan di data center / switch modern

B. Tipe Transceiver

  • Untuk SMF → SFP 1G/10G 1310 nm / 1550 nm

  • Untuk MMF → SFP 850 nm (digunakan pada OM3/OM4)

Pastikan konektor kabel cocok dengan port perangkat.


5. Perhatikan Lingkungan Risiko

Jika lingkungan berbahaya, pilih kabel yang aman dan tahan kondisi berikut:

  • Area dengan banyak tikus → Armored Cable

  • Area panas atau lembab → Loose Tube Gel-Filled

  • Area sering bergerak → Tight Buffer fleksibel

  • Area outdoor ekstrem → ADSS Aerial


6. Rekomendasi Pemilihan berdasarkan Studi Kasus

A. Instalasi Internet Rumah

Gunakan:

  • Drop Cable FTTH 1–2 Core (SC/APC)
    Alasan: ringan, mudah ditarik, cocok untuk last mile.

B. Jaringan Gedung 3–5 Lantai

Gunakan:

  • Tight Buffer 4–12 Core MMF (in-building)
    Alasan: instalasi mudah, cukup untuk distribusi per lantai.

C. Jaringan Antar Gedung / Kampus

Gunakan:

  • Single Mode Loose Tube 12–24 Core
    Alasan: jarak jauh, stabil, core cukup banyak.

D. Backbone ISP / Desa

Gunakan:

  • Armored / ADSS 24–96 Core SMF
    Alasan: tahan cuaca dan cocok untuk tiang luar.


7. Kesimpulan

Pemilihan kabel fiber optic harus mempertimbangkan:

  1. Jarak transmisi

  2. Lingkungan pemasangan

  3. Jumlah core

  4. Jenis konektor

  5. Risiko lingkungan

Dengan memilih kabel yang tepat, jaringan akan lebih stabil, aman, dan efisien, serta meminimalkan biaya perbaikan di masa depan.

Memahami Jenis-jenis Kabel Fiber Optic.

 

Memahami Jenis-Jenis Kabel Fiber Optic

Fiber optic adalah media transmisi modern yang menggunakan cahaya sebagai penghantar data. Kabel ini mampu mengirim informasi dengan kecepatan sangat tinggi, jarak jauh, serta memiliki tingkat interferensi yang rendah dibanding kabel tembaga.

Agar mudah dipahami, berikut penjelasan lengkap tentang jenis-jenis kabel fiber optic beserta karakteristik dan kegunaannya.


1. Berdasarkan Mode Transmisi Cahaya

Klasifikasi utama fiber optic dibagi menjadi Single Mode dan Multimode.

A. Single Mode Fiber (SMF)

Ciri-ciri:

  • Inti (core) sangat kecil ± 8–10 mikron

  • Menggunakan satu jalur cahaya (mode tunggal)

  • Panjang gelombang umum: 1310 nm & 1550 nm

  • Jarak transmisi hingga puluhan kilometer

Kelebihan:

  • Kecepatan tinggi

  • Rugged (redaman) sangat rendah

  • Cocok untuk jaringan backbone / MAN / WAN

Kekurangan:

  • Harga perangkat (SFP/Transceiver) lebih mahal

Penggunaan:

  • ISP (Internet Service Provider)

  • Jaringan antar gedung

  • Backbone fiber kota


B. Multimode Fiber (MMF)

Ciri-ciri:

  • Inti (core) besar ± 50–62.5 mikron

  • Menampung banyak jalur cahaya

  • Panjang gelombang umum: 850 nm & 1300 nm

  • Jarak maksimum ± 300 meter – 2 km (tergantung tipe OM1–OM5)

Kelebihan:

  • Lebih murah

  • Installasi lebih mudah

  • Ideal untuk jarak pendek

Kekurangan:

  • Redaman lebih tinggi

  • Tidak cocok untuk jarak jauh

Penggunaan:

  • Data center

  • Jaringan internal gedung

  • LAN perusahaan


2. Berdasarkan Struktur Konstruksi Kabel

Jenis kabel fiber optic juga dibedakan berdasarkan konstruksi pelindungnya.


A. Loose Tube

Kabel memiliki tabung longgar di sekitar core.

Kelebihan:

  • Tahan suhu ekstrem

  • Tahan air

  • Cocok untuk instalasi outdoor

Penggunaan:

  • Kabel udara

  • Kabel tanam dalam tanah

  • Jaringan distribusi ISP


B. Tight Buffer

Inti dilapisi pelindung yang menempel lebih rapat.

Kelebihan:

  • Fleksibel

  • Mudah diterminasi

  • Tahan benturan ringan

Penggunaan:

  • Instalasi indoor

  • Jaringan internal gedung

  • Patchcord / pigtail


C. Armored Cable

Memiliki lapisan baja untuk perlindungan ekstra.

Kelebihan:

  • Anti gigitan tikus

  • Tahan tekanan

  • Cocok untuk area berisiko tinggi

Penggunaan:

  • Tanam langsung di tanah

  • Area industri / pabrik


D. Drop Cable (Last Mile)

Kabel kecil ringan yang digunakan menuju rumah pelanggan (FTTH).

Ciri:

  • Bentuk pipih

  • Biasanya berisi 1 atau 2 core

  • Mudah ditarik pada tiang ke rumah

Penggunaan:

  • Pemasangan internet rumah (Indihome, Biznet, dll.)


3. Berdasarkan Jumlah Core

Fiber optic tersedia dalam berbagai jumlah core, seperti:

  • 1 Core & 2 Core — FTTH, rumah, kantor kecil

  • 4 / 6 / 8 / 12 Core — gedung, kampus

  • 24 / 48 / 96 Core — backbone ISP

  • 144 / 288 Core — jaringan kota / operator besar

Semakin banyak core → semakin banyak jalur yang tersedia untuk distribusi jaringan.


4. Tabel Perbandingan Jenis Fiber Optic

JenisKarakteristikJarakKelebihanPenggunaan
Single ModeCore 9 µmSangat jauhRedaman rendahBackbone, ISP
MultimodeCore 50–62.5 µmPendekMurahLAN, Data Center
Loose TubeTabung longgarOutdoorTahan cuacaJaringan luar
Tight BufferLapisan rapatIndoorFleksibelGedung
ArmoredLapisan bajaOutdoor ekstrimAnti tikusTanah
Drop CableRingan, pipihLast mileMudah instalFTTH

5. Kesimpulan

Memahami jenis kabel fiber optic sangat penting agar instalasi jaringan dapat lebih efisien, aman, dan sesuai kebutuhan.

  • Gunakan Single Mode untuk jarak jauh.

  • Gunakan Multimode untuk area gedung.

  • Gunakan Loose Tube atau Armored untuk outdoor.

  • Gunakan Drop Cable untuk instalasi ke rumah pelanggan.

Memahami Jaringan Fiber Optic

📌 Memahami Jaringan Fiber Optic: Pengertian, Cara Kerja, Jenis, dan Kelebihannya

1. Apa Itu Jaringan Fiber Optic?

Jaringan fiber optic adalah teknologi komunikasi yang menggunakan kabel serat kaca atau plastik yang sangat tipis untuk mengirimkan data dalam bentuk cahaya. Teknologi ini dianggap sebagai sistem transmisi tercepat dan paling stabil saat ini, karena cahaya dapat bergerak dengan kecepatan sangat tinggi dan tidak terganggu oleh gelombang elektromagnetik.

Fiber optic banyak digunakan untuk:

  • Internet rumah (FTTH/FTTx)

  • Backbone jaringan ISP

  • Data center

  • Telekomunikasi jarak jauh

  • CCTV dan sistem keamanan


2. Struktur Kabel Fiber Optic

Kabel fiber optic terdiri dari beberapa lapisan penting:

  1. Core (Inti Serat)
    Bagian paling tengah tempat cahaya berjalan. Terbuat dari kaca murni atau plastik.

  2. Cladding
    Lapisan yang mengelilingi core dan memantulkan cahaya agar tetap berada di dalam serat.

  3. Coating / Buffer
    Lapisan pelindung untuk menjaga core dari kerusakan fisik.

  4. Strength Member
    Bahan penguat seperti kevlar agar kabel tidak mudah putus.

  5. Outer Jacket (Selubung Luar)
    Pelindung utama dari lingkungan luar, seperti suhu, air, dan kelembaban.


3. Cara Kerja Fiber Optic

Fiber optic bekerja dengan prinsip pemantulan cahaya menggunakan teknik Total Internal Reflection (TIR).

Alur kerjanya:

  1. Data digital (0 dan 1) diubah menjadi cahaya oleh perangkat pengirim (transmitter).

  2. Cahaya masuk ke dalam core dan bergerak sangat cepat.

  3. Cahaya dipantulkan oleh cladding sehingga tetap berada pada jalurnya.

  4. Cahaya mencapai perangkat penerima (receiver).

  5. Cahaya dikonversi kembali menjadi data digital.

Karena menggunakan cahaya, fiber optic hampir tidak mengalami loss (kehilangan sinyal) meskipun jaraknya jauh.


4. Jenis–Jenis Fiber Optic

A. Single-Mode Fiber (SMF)

  • Core sangat kecil (±9 mikrometer).

  • Menggunakan satu jalur cahaya.

  • Cocok untuk jarak sangat jauh (puluhan hingga ratusan kilometer).

  • Dipakai pada backbone operator dan jaringan antar kota.

B. Multi-Mode Fiber (MMF)

  • Core lebih besar (±50–62.5 mikrometer).

  • Cahaya berjalan melalui banyak jalur.

  • Cocok untuk jarak pendek (di bawah 2 km).

  • Banyak dipakai di gedung, kampus, atau data center.


5. Teknologi Fiber Optic pada Internet Rumah (FTTH)

FTTH (Fiber to the Home) adalah teknologi yang menghubungkan kabel fiber optic langsung ke rumah atau kantor.

Komponen utama FTTH:

  • OLT (Optical Line Terminal) – berada di kantor provider/ISP.

  • ODC/ODP (Optical Distribution Cabinet/Point) – titik pembagian kabel.

  • ONT/ONU (Optical Network Terminal) – modem fiber di rumah pengguna.

  • Drop Fiber – kabel terakhir dari tiang/ODP ke rumah pelanggan.

Kelebihan FTTH:

  • Kecepatan stabil (upload/download tinggi).

  • Tidak terpengaruh gangguan cuaca.

  • Latensi rendah → cocok untuk gaming & streaming.

  • Mampu mencapai kecepatan > 1 Gbps.


6. Kelebihan Fiber Optic

Kecepatan sangat tinggi
Bandwidth besar
Tahan interferensi elektromagnetik
Jarak transmisi sangat jauh
Lebih aman dari penyadapan
Tidak mudah rusak oleh korosi
Latensi rendah


7. Kekurangan Fiber Optic

❌ Biaya instalasi lebih mahal
❌ Kabel lebih rapuh dibanding tembaga
❌ Butuh teknisi khusus untuk penyambungan (splicing)
❌ Peralatan seperti OLT & ONT harganya cukup tinggi


8. Contoh Penggunaan Fiber Optic

  • Internet rumah (IndiHome, Biznet, MyRepublic, dll.)

  • Jaringan kampus atau perusahaan (LAN berbasis fiber)

  • Jaringan metropolitan (MAN)

  • Jaringan backbone antar kota/provinsi

  • Sistem kamera pengawas (CCTV) jarak jauh

  • Industri broadcasting & streaming video


9. Mengapa Fiber Optic Menggantikan Kabel Tembaga?

PerbandinganFiber OpticKabel Tembaga
KecepatanSangat cepatTerbatas
JarakSangat jauhPendek
GangguanTahan interferensiMudah terganggu
BandwidthSangat besarKecil
KetahananTidak berkaratMudah berkarat
PenggunaanModern (FTTH, Data Center)Telepon lama/DSL

Karena itu, provider di seluruh dunia beralih ke jaringan full fiber.


10. Kesimpulan

Jaringan fiber optic adalah teknologi komunikasi paling cepat dan paling stabil saat ini. Dengan kemampuan mentransmisikan data menggunakan cahaya, fiber optic mampu memberikan internet berkecepatan tinggi, stabil, aman, dan efisien. Teknologi ini menjadi tulang punggung internet modern, baik untuk pemakaian rumah, kantor, hingga backbone internasional.

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

  Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik Gambar 428 Diagram Alur Splicing  dalam Komunikasi Optik Berikut penjelasan  Konsep Dasar Spl...